Enaknya makan rujak dari Bali, berujung tragedi
jadi ini adalah salah satu dari banyaknya cerita saya yang paling berkesan saat kunjungan industri ke Bali, begini ceritanya. Buat orang yang suka makanan kayak saya ini, icip-icip makanan tentunya menjadi salah satu hal yang harus dilakukan.
Tentu dong saya sebelum berangkat mencari informasi tentang makanan khas Bali dari youtube. Emang dasarnya saya orangnya suka makan asem ataupun pedas, begitu tau tentang rujak khas Bali langsung tertarik, "rujak kuah pindang" namanya.
Dari video yang saya tonton di youtube (mukbang hehe), si rujak ini keliatannya enak banget. Singkat cerita, berangkatlah kita ke Bali. Perjalanan yang memakan waktu lebih dari 24 jam ini terbayarkan ketika sudah sampai di Pulau Bali (walau baru sampai dipelabuhanya). Di sepanjang perjalanan setelah menyebrangi lautan kita disuguhi banyak pemandangan yang indah, mulai dari berbagai hiasan hiasan ukiran pada bangunan-bangunannya sampai patung patung yang ada di tengah jalan.
Disitu kita nggak langsung ke hotel dulu, tapi langsung ketempat wisata setelah mandi di rumah makan biar pas kunjungan industri besoknya gak ngantuk katanya. Selama di Bali, kita ditemani sama seorang tour guide, panggil aja "Bli Agung" atau "Bli" saja. FYI kata "Bli" ini adalah sebutan untuk laki laki yang lebih tua di Bali, seperti panggilan "Mas" di Jawa, sedangkan untuk perempuan yang lebih tua dipanggil "Mbok", gak beda jauh sama "Mbak".
Kita langsung ke cerita intinya. kejadian ini pas hari Rabu 18 Januari 2023, hari itu kita baru selesai mengunjungi Hotel ASTON-Denpasar dan Secret Garden Village dan lanjut ke tempat oleh oleh. Hari itu badan rasanya capek banget, ditambah suasana didalam bus yang udah kayak kebun binatang ramenya pake banget bikin yang udah gak mood gara gara kecapekan makin gak mood deh.
Kita balik ke hotel saat hari udah mulai gelap dan kebetulan juga saat itu jalanan macet. Alhasil hari makin malam dan kita masih dijalan. Akibat badan yang lelah dan terus didalam bus yang dingin, otomatis saat itu saya langsung terkena demam. Untung saja segala macam perobatan ada didalam tas dan bisa ditangani sendiri.
Puncaknya saat sudah sampai di hotel tempat kita menginap (the Vasiny), karna bosen sepanjang perjalanan makannya ayam terus, jadi dengan bodohnya ngelewatin dinner dan gak makan nasi. Berpikir bahwa saat itu adalah malam terakhir kita menginap disana, membuat pikiran iseng muncul begitu aja di kepala.
Saat itu teman-teman juga gak makan malam dan lebih memilih untuk pesen mie gacoan. Disitu saya ditawari oleh teman mau ikut pesan juga atau tidak, saya yang emang gak pernah makan mie gacoan itu akhirnya mengiyakan,itung itung nyobain juga kan yah.
pada waktu yang sama saya juga pesan makanan lain. Ya, rujak kuah pindang. Saat itu pesanan saya yang lebih dulu datang, langsung saja saya turun dan mengambil pesanan. sampai dikamar teman saya, saya langsung makan rujak tersebut tanpa makan nasi dulu sebelumnya, kesalahan yang sering saya lakukan hehe. Awalnya saya pikir makan yang sedikit bisa menurunkan demam saya (biar keringetan), tapi ternyata nggak, tambah demam malah haha.
Selang beberapa menit pesenan gacoan saya dan temen-temen dateng, langsung kita gas makan makan. pertama kali coba makan, entah saya yang gak kuat pedes atau emang cabenya banyak, pesen level satu tapi pedesnya nggak ngotak! temen temen saya pun bilang kalo gacoan di Bali lebih pedes. emang dasar lidah Jawa.
Dan terjadilah tragedi yang sangat tidak mengenakkan, saya dikasih bantuan pernafasan menggunakan tabung oksigen karna sepertinya demam yang tinggi dan asam lambung yang naik membuat saya kesulitan bernafas, dan sepertinya asma saya juga kambuh. Panik tuh sekamar. Lucunya pas saya dipindah ke kamar sendiri, temen saya yang bawa tabungnya kurang hati-hati, sehingga air yang ada di tabung oksigen itu naik dan hampir masuk ke dalam hidung saya.
Saat itu saya sudah pasrah saja, ada aja kelakuan..
Komentar
Posting Komentar